Postingan

Postingan Terbaru

DI UJUNG MEJA TARUHAN (BAB 3)

Gambar
  Penulis : W.K. Orion BAB 3 HUTANG PERTAMA, KEBOHONGAN PERTAMA Pagi itu, Arya bangun dengan perasaan asing yang menekan dada. Bukan mabuk, bukan lelah—melainkan campuran rasa malu, takut, dan satu kata yang berputar-putar di kepalanya sejak semalam. Naya. Ia duduk di tepi kasur, memandangi lantai yang dingin. Percakapan singkat di taman itu terus terulang di kepalanya. Cara Naya menatapnya. Nada suaranya yang lembut tapi tegas. Kalimat sederhana yang terasa seperti vonis. Kamu belum berubah. Arya mengusap wajahnya kasar. Ia ingin menyangkal, ingin membuktikan bahwa ia tidak separah itu. Tapi realitas tidak memberinya banyak ruang untuk membela diri. Ia meraih ponsel. Saldo rekening: Rp31.800 . Ia tertawa kecil. Tawa pendek, kering, nyaris histeris. “Lucu,” gumamnya. “Hidupku lucu.” Ponselnya menunjukkan jam delapan pagi. Ia seharusnya sudah berangkat kerja setengah jam lalu. Arya bangkit tergesa, mandi seadanya, dan mengenakan pakaian paling rapi yang masih tersisa. Kemeja itu sud...

DI UJUNG MEJA TARUHAN (BAB 2)

Gambar
  Penulis : W.K Orion BAB 2 UANG YANG TIDAK PERNAH CUKUP Pagi datang tanpa pernah bertanya apakah seseorang siap menerimanya atau tidak. Arya terbangun di kamar kosnya dengan kepala berat dan tenggorokan kering. Cahaya matahari menyusup lewat celah gorden yang sudah lama tidak ia cuci, menyoroti debu-debu halus yang melayang di udara. Ia memejamkan mata lagi, berharap bisa kembali tidur dan melupakan segalanya, tapi pikirannya sudah terlanjur penuh. Yang pertama muncul bukan rasa lapar atau rencana hari ini, melainkan satu angka. Saldo. Arya meraba-raba ponselnya di atas kasur, membuka aplikasi yang semalam menjadi alasan ia pulang hampir pagi. Angka itu masih ada. Tidak bertambah. Tidak berkurang. Rp187.000. Ia menatap layar lama, seolah berharap angka itu berubah karena tatapan cukup lama. Tapi seperti hidupnya, saldo itu keras kepala. “Cuma segini…” gumamnya. Ia bangkit, berjalan ke kamar mandi sempit, menyalakan keran, dan membasuh wajah. Pantulan dirinya di cermin membuatnya b...

DI ANTARA DOSA DAN CINTA (BAB 10)

Gambar
Penulis : W.K Orion BAB 10 REKAMAN YANG TIDAK PERNAH DIHAPUS Malam terasa lebih sunyi dari biasanya. Padahal Jakarta tidak pernah benar-benar diam. Dari jendela apartemen lantai tinggi milik Adrian, lampu kota masih menyala seperti lautan kecil yang tidak pernah padam. Namun di dalam ruangan itu Semua terasa jauh. Hening. Dan berat. Adrian berdiri di depan jendela dengan segelas air di tangan, sementara di atas meja ruang tamu tergeletak tiga benda yang sejak tadi belum ia sentuh lagi. Flashdisk hitam. Amplop cokelat. Dan surat ayahnya. Surat yang belum berhenti menghantui pikirannya. Ayah Alya meninggal karena melindungiku. Kalimat itu terus terulang. Seperti gema. Tidak keras. Namun tidak mau hilang. Adrian menutup mata. Mencoba menenangkan pikirannya. Namun justru wajah Alya yang muncul. Tatapan matanya di rumah tadi. Tidak membela diri. Tidak menyangkal. Tidak memohon. Hanya diam. Dan itu justru lebih mengganggu. Karena dalam diam itu, Adrian bisa melihat satu hal yang sulit ia aba...