Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

DI ANTARA DOSA DAN CINTA (BAB 10)

Gambar
Penulis : W.K Orion BAB 10 REKAMAN YANG TIDAK PERNAH DIHAPUS Malam terasa lebih sunyi dari biasanya. Padahal Jakarta tidak pernah benar-benar diam. Dari jendela apartemen lantai tinggi milik Adrian, lampu kota masih menyala seperti lautan kecil yang tidak pernah padam. Namun di dalam ruangan itu Semua terasa jauh. Hening. Dan berat. Adrian berdiri di depan jendela dengan segelas air di tangan, sementara di atas meja ruang tamu tergeletak tiga benda yang sejak tadi belum ia sentuh lagi. Flashdisk hitam. Amplop cokelat. Dan surat ayahnya. Surat yang belum berhenti menghantui pikirannya. Ayah Alya meninggal karena melindungiku. Kalimat itu terus terulang. Seperti gema. Tidak keras. Namun tidak mau hilang. Adrian menutup mata. Mencoba menenangkan pikirannya. Namun justru wajah Alya yang muncul. Tatapan matanya di rumah tadi. Tidak membela diri. Tidak menyangkal. Tidak memohon. Hanya diam. Dan itu justru lebih mengganggu. Karena dalam diam itu, Adrian bisa melihat satu hal yang sulit ia aba...

DI ANTARA DOSA DAN CINTA (BAB 9)

Gambar
Penulis : W.K Orion BAB 9 PEREMPUAN DALAM FOTO LAMA Ruangan tersembunyi itu mendadak terasa lebih sempit. Padahal ukurannya tidak berubah. Namun setelah Adrian membaca tulisan di balik foto itu, udara seperti berubah. Lebih berat. Lebih dingin. Dan jauh lebih sulit diabaikan. Adrian masih berdiri dengan foto di tangannya. Tatapannya tidak lepas dari wajah Alya. Sementara Alya berdiri beberapa langkah di depannya dengan napas yang terdengar sedikit lebih berat dari biasanya. Untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu Wanita itu terlihat kehilangan kendali. Tidak banyak. Namun cukup untuk Adrian menyadarinya. “Jelaskan.”  Suara Adrian rendah. Tidak keras. Justru itu yang membuatnya terdengar jauh lebih serius. Alya menunduk. Matanya sebentar tertutup. Seolah ia tahu bahwa setelah malam ini Semuanya tidak akan bisa kembali seperti sebelumnya. “Aku tidak pernah berniat kau tahu seperti ini,” katanya pelan. Adrian tertawa kecil. Namun tanpa humor. “Lucu.” kata Adrian Alya mengangkat waj...