DI ANTARA DOSA DAN CINTA (BAB 1)

Penulis : W.K Orion

BAB 1 
MALAM YANG TIDAK PERNAH BENAR-BENAR SUNYI 


Lampu neon berkelap-kelip memantul di kaca mobil sport hitam yang meluncur pelan di jalanan Jakarta Selatan. 

Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. 

Bagi sebagian orang, hari sudah hampir berakhir. 

Namun bagi Adrian Mahendra, malam baru saja dimulai. 

Ia memarkir mobilnya di depan sebuah klub malam eksklusif yang sudah sangat ia kenal. 

Musik elektronik yang berdentum terdengar bahkan sebelum ia membuka pintu mobil. 

Di atas pintu masuk, papan neon bertuliskan “Eclipse Lounge” menyala terang. 

Adrian melangkah keluar dari mobil. 

Tubuhnya tinggi dan atletis, mengenakan kemeja hitam yang bagian atasnya terbuka sedikit. 

Jam tangan mahal melingkar di pergelangan tangannya. 

Tatapannya tajam. 

Percaya diri. 

Beberapa wanita yang sedang mengantre masuk langsung melirik ke arahnya. 

Salah satu dari mereka bahkan berbisik kepada temannya. “Itu Adrian Mahendra.” 

Nama itu sudah cukup terkenal di kalangan tertentu. 

Pewaris perusahaan besar. 

Pengusaha muda. 

Dan pria yang sering menjadi bahan gosip di dunia malam. 

Adrian hanya tersenyum tipis ketika melewati mereka. 

Ia sudah terbiasa dengan perhatian seperti itu. 

Di dalam klub, suasana langsung menyambutnya dengan dentuman musik, lampu warna-warni, dan aroma parfum mahal bercampur alkohol. 

“Adrian!” Sebuah suara memanggil dari arah meja VIP. 

Seorang pria berusia sekitar tiga puluh tahun melambaikan tangan. 

Riko. 

Teman lama Adrian sekaligus partner judi yang sering menemaninya di berbagai kasino privat. 

“Lama tidak muncul,” kata Riko sambil tertawa ketika Adrian mendekat. 

Adrian duduk di sofa kulit dan mengambil gelas yang sudah disiapkan untuknya. 

“Banyak urusan,” jawab Adrian santai. 

Riko mengangkat alis. “Urusan perusahaan ayahmu?” 

Adrian tidak langsung menjawab. 

Ia meneguk minuman di tangannya. 

Ayahnya meninggal tiga bulan lalu. Serangan jantung. 

Dan sejak saat itu, seluruh tanggung jawab perusahaan jatuh ke pundaknya. 

Mahendra Group bukan perusahaan kecil. 

Ada hotel, properti, dan berbagai investasi besar. 

Namun Adrian belum benar-benar siap. 

Ia masih mencoba memahami semuanya. 

“Masih belajar,” akhirnya ia berkata. 

Riko tertawa kecil. “Belajar nanti saja. Malam ini kita main dulu.” Ia memberi isyarat ke 
arah meja di sudut ruangan. 

Beberapa pria duduk di sana. 

Di atas meja, kartu dan chip taruhan sudah tersusun rapi. 

Permainan poker. 

Adrian tersenyum tipis. 

Godaan lama. 

Ia berdiri. 

“Baiklah,” katanya. “Satu malam saja.” lanjut Adrian

Namun bahkan saat ia berjalan menuju meja itu, sebuah perasaan aneh muncul di dalam hatinya. 

Seolah malam ini tidak akan berjalan seperti biasanya. 

Dan Adrian tidak tahu bahwa keputusan kecil untuk duduk di meja poker malam itu akan menjadi awal dari rangkaian kejadian yang mengubah hidupnya. 

Di sisi lain ruangan, seorang wanita berdiri di dekat bar. 

Ia memperhatikan Adrian sejak tadi. 

Tatapannya tajam. 

Seolah mengenali sesuatu yang belum Adrian sadari. 

Wanita itu tersenyum pelan. 

“Jadi… itu dia Adrian Mahendra,” gumamnya. 

Ia mengambil gelas minumannya dan berjalan perlahan menuju meja poker. 

Sementara itu, Adrian baru saja menerima kartu pertamanya. 

Ia belum tahu bahwa malam ini bukan sekadar permainan. 

Karena seseorang di meja itu menyimpan rencana yang bisa menghancurkan hidupnya. 

Dan seseorang lainnya justru akan menjadi awal dari kisah cinta yang tidak pernah ia bayangkan. 

Namun sebelum semua itu terjadi, Satu kartu akan dibuka. Satu taruhan akan dibuat. Dan satu kesalahan akan mengubah segalanya. 

Ketika Adrian mengangkat kartu keduanya… ia melihat sesuatu yang membuat jantungnya berhenti sejenak. 

Dan pada saat yang sama, Wanita misterius itu akhirnya berdiri tepat di belakangnya. 

Sambil berbisik pelan. “Kau seharusnya tidak duduk di meja ini malam ini.”



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

DI ANTARA DOSA DAN CINTA (BAB 3)

DI ANTARA DOSA DAN CINTA (BAB 4)