CERPEN : PERSAHABATAN MOMO & DODO
PERSAHABATAN SI KUCING MOMO DAN SI ANJING DODO
Di sebuah sudut desa yang sepi dan sedikit kumuh, berdirilah rumah-rumah tua yang sebagian atapnya bocor dan dindingnya mulai lapuk. Di antara tumpukan sampah dan rerumputan liar, hiduplah seekor kucing bernama Momo dan seekor anjing bernama Dodo.
Momo adalah kucing berbulu belang tiga yang tinggal di bawah rumah kayu tua, sementara Dodo adalah anjing cokelat besar yang hidup di belakang bengkel tua yang sudah lama tidak digunakan. Walau tempat tinggal mereka berbeda, mereka sering bertemu di dekat pasar kecil desa untuk mencari sisa makanan dari para pedagang.
Awalnya, Momo dan Dodo tidak saling menyapa. Mereka hanya saling melirik dan menghindar. Dulu, Dodo pernah menggonggong keras ketika Momo mendekat ke tempat makannya, dan Momo pun mencakar tanah sambil mengeong marah.
Namun, suatu hari hujan turun sangat deras. Angin kencang membuat atap rumah tua tempat Momo tinggal terbang terbawa angin. Momo kedinginan dan tidak tahu harus ke mana.
Melihat Momo menggigil di bawah pohon pisang, Dodo mendekat pelan-pelan.
"Ayo, ikut aku. Tempatku masih kering," kata Dodo.
Momo ragu, tapi karena kedinginan, ia pun mengikuti Dodo ke bengkelnya yang kosong namun cukup hangat.
Malam itu, mereka berbagi tempat tidur dari kardus dan kain bekas. Dodo tidak menggonggong, dan Momo pun tidak marah. Mereka justru mulai berbincang, bercerita tentang masa kecil mereka, dan saling tertawa.
Sejak malam itu, mereka menjadi sahabat baik. Mereka berburu makanan bersama, saling menjaga, dan bahkan bermain kejar-kejaran setiap pagi. Warga desa pun mulai memperhatikan persahabatan mereka dan jadi lebih peduli. Beberapa anak-anak mulai meninggalkan makanan untuk mereka, dan seorang tukang kayu memperbaiki rumah Momo dan Dodo agar mereka punya tempat tinggal yang lebih baik.

Komentar
Posting Komentar